Tugas Kelompok 6

 Jelaskan apakah paragraf harus menjarak kedalam?

Sebutkan ciri-ciri paragraph

Sebutkan dan jelaskanjenis-jenis paragraf!

Sebutkan 4 cara para ahli memandang paragraf menurut D’Angelo

Ada berapa bagian dalam teknik analisis? Jelaskan!


JAWABAN

Ya, Karena memudahkan bagian paragraf satu dengan yang lain makanya diberi tanda salah satu kata awal paragraf menjorok ke dalam.

Berisi satu ide pokok yang akan dijelaskan dalam sebuah karangan. Berisi beberapa kalimat topik yang dapat menjelaskan dan menerangkan ide pokok karangan tersebut secara rinci. Beberapa paragraf berisi opini penulis yang dinyatakan dalam kalimat penjelas.

Jenis-jenis paragraf


Paragraf Narasi 

Dalam paragraf jenis ini, kamu akan menulis suatu kejadian dari awal hingga akhir kejadian, berdasarkan urutan waktunya. Misal, kamu ingin menulis cerita kesuksesan kamu mendapat beasiswa study exchange ke Inggris. Nah, kamu dapat bercerita dari awal ketika menjadi mahasiswa baru, lalu persiapan kamu untuk mengikuti program study exchange, hingga bagaimana bisa mendapat study exchange tersebut. 


Paragraf Eksposisi

Jenis yang berikutnya adalah eksposisi. Ketika kamu menulis jenis paragraf  ini, kamu akan memberikan informasi sedetail mungkin kepada pembaca. Memang, tujuan dari paragraf ini adalah memaparkan, menyampaikan informasi, menjelaskan, dan juga menerangkan suatu topik kepada orang lain. 


Misalnya, teks langkah-langkah menjadi pengguna dari Ruangguru. Nah, dalam teks ini, kamu menjelaskan secara runtut cara mendaftar menjadi pengguna Ruangguru. Dengan begitu, pembaca paragrafmu akan mendapat informasi cara menjadi pengguna Ruangguru!


Paragraf Argumentasi 

“Saya setuju dengan ide memberikan donasi kepada masyarakat terdampak banjir di Kalimantan Selatan karena mereka membutuhkan bantuan tersebut. Berdasarkan data yang dilihat pada …”


Kutipan paragraf di atas adalah contoh argumentasi. Biasanya, paragraf argumentasi dapat kita temui pada artikel opini atau teks lomba-lomba debat. Siapa nih yang pernah ikut lomba debat? Pasti sudah nggak asing lagi kan dengan paragraf argumentasi?

Intinya sih, paragraf argumentasi bertujuan untuk meyakinkan orang lain bahwa ide, gagasan, dan pendapat yang dipaparkan adalah benar adanya dan terbukti nyata.


Paragraf Persuasi 

Pernah nggak sih kamu merasa tergerak hatinya untuk berbuat atau membeli sesuatu? 

Misalnya, kamu membaca postingan tentang orang tua berusia 70-an tahun yang masih bekerja keras mendorong gerobak jualan untuk menghidupi dirinya. Postingan tersebut disertai juga dengan foto si Kakek yang sedang mendorong gerobak. Sebuah cerita yang bisa menyentuh hatimu, bukan? Gak pake lama, kamu ingin membantu nasib si Kakek!


Atau, promosi produk skin care yang dilengkapi foto hasil setelah memakainya serta disertai juga dengan review sempurna dari orang yang memakainya. Tentu kamu akan tergiur membelinya, kan?


Nah, itulah paragraf persuasi. Tujuannya sih untuk membujuk orang lain melakukan sesuatu sesuai yang diinginkan penulis. 


Namun, syaratnya penulis harus mampu membuat si pembaca percaya dan yakin. Hehehe. 

Ya, itulah jenis paragraf berdasarkan tujuan. Nah, berikutnya kita akan membahas apa saja jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya! Apa saja sih?


Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif merupakan jenis paragraf yang dikelompokkan berdasarkan letak kalimat utama. Nah, dalam paragraf jenis ini, kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Kalimat-kalimat penjelasnya akan berada setelah kalimat utama. 


Paragraf Induktif 

Kalau deduktif di awal, maka kalimat utama jenis paragraf induktif terletak di akhir paragraf. Kalimat penjelasnya tentu saja berada sebelum kalimat utamanya. 


Paragraf Campuran 

Paragraf campuran merupakan perpaduan antara deduktif dan induktif. Kalimat utama pada paragraf campuran, berada pada awal paragraf dan diulang 

kembali pada akhir paragra.

Beberapa diantaranya:

Cara pertama, paragraf dipandang sebagai bagian tulisan yang lebih besar. 

cara kedua, dipandang sebagai sekelompok kalimat yang bertalian secara logis, yang dibangun oleh unsur-unsur yang menyatu berdasarkan atas satu topik. 

Cara ketiga, paragraf diamati sebagai jenis kalimat yang diperluas. Cara memandang paragraf yang 

Cara keempat adalah paragraf dianggap sebagai tulisan (karangan) kecil atau esai mini.

Beberapa teknik:

 (1) analisis kronologis, yang membagi peristiwa atau kejadian berdasarkan waktu; 

 (2) analisis ruang, yang memilah-milah peristiwa atau keadaan berdasarkan tempat kejadian; dan

(3) analisis struktural, yang menganalisis suatu masalah, fakta, atau konsep menjadi bagian-bagian, tipe-tipe, atau elemen-elemen, atau tipe-tipe itu dihubungkan antara satu dan yang lainnya sehingga membentuk keutuhan paragraf

Komentar